Setapak Langkah – 22 April 2026 | Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, mengungkap bahwa jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia mencapai sekitar lima juta orang. Pernyataan ini menekankan besarnya potensi sumber daya manusia yang dapat dimobilisasi untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara.
- Skala sumber daya manusia: Lima juta ASN mencakup tenaga kerja dari berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan teknologi informasi.
- Sinergi dengan militer: Cadangan nasional dirancang untuk mendukung operasi militer dengan menyediakan tenaga ahli non‑tempur yang dapat mempercepat proses logistik, perawatan peralatan, dan analisis intelijen.
- Peningkatan kesiapan: Program pelatihan khusus bagi ASN diproyeksikan meningkatkan kesiapan operasional dalam menghadapi situasi darurat maupun ancaman keamanan.
Selain itu, Lema menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian untuk memastikan bahwa data kepegawaian ASN terpusat dan dapat diakses secara cepat ketika diperlukan. Sistem informasi terpadu diharapkan mampu mengidentifikasi kompetensi masing‑masing ASN sehingga penempatan dalam cadangan dapat dilakukan secara optimal.
Para pakar menilai bahwa pemanfaatan ASN sebagai bagian dari kekuatan pertahanan memberi keunggulan strategis bagi Indonesia. Hal ini tidak hanya mengurangi beban pada angkatan bersenjata, tetapi juga menumbuhkan rasa kebangsaan dan partisipasi aktif warga negara dalam menjaga kedaulatan.
Ke depan, Kabacadnas berencana meluncurkan serangkaian program pelatihan dan simulasi yang melibatkan ribuan ASN secara bertahap. Dengan demikian, potensi lima juta ASN dapat diubah menjadi aset pertahanan yang signifikan, menjadikan Indonesia memiliki kekuatan pertahanan terbesar di kawasan.