Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Poltracking, lembaga survei independen, baru-baru ini mempublikasikan hasil evaluasi program Sekolah Rakyat yang telah beroperasi selama lima tahun terakhir. Laporan tersebut menyoroti peran penting inisiatif tersebut dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia.
Program Sekolah Rakyat ditujukan kepada anak-anak yang lahir dari keluarga berpenghasilan rendah, terutama di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal. Dengan model pembelajaran gratis dan berbasis komunitas, sekolah ini menawarkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal serta dukungan tenaga pengajar sukarela.
| Indikator | 2020 | 2023 |
|---|---|---|
| Persentase kehadiran siswa | 78 % | 92 % |
| Tingkat kelulusan | 65 % | 84 % |
| Rasio putus sekolah | 22 % | 9 % |
Data di atas menunjukkan kenaikan signifikan dalam kehadiran dan kelulusan, sekaligus penurunan drastis angka putus sekolah. Poltracking menilai bahwa peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas Sekolah Rakyat dalam menutup jurang pendidikan antara anak miskin dan anak dari keluarga menengah ke atas.
- Akses gratis: Tidak ada biaya uang sekolah, seragam, atau buku teks bagi peserta.
- Kurikulum adaptif: Materi disesuaikan dengan konteks lokal, termasuk pelajaran pertanian, kerajinan, dan teknologi dasar.
- Pengajar komunitas: Sebagian besar tenaga pengajar merupakan relawan warga setempat yang dilatih secara periodik.
- Dukungan pihak ketiga: Beberapa LSM dan perusahaan memberikan bantuan fasilitas dan peralatan belajar.
Meskipun hasilnya menggembirakan, laporan juga menyoroti beberapa tantangan yang perlu diatasi. Pendanaan jangka panjang masih menjadi isu utama, mengingat banyak sekolah mengandalkan sumbangan sukarela. Selain itu, kualitas dan kualifikasi guru perlu ditingkatkan melalui program pelatihan berkelanjutan.
Poltracking merekomendasikan agar pemerintah meningkatkan alokasi anggaran bagi Sekolah Rakyat, memperkuat kerjasama dengan sektor swasta, serta menyediakan program sertifikasi bagi pengajar. Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan inisiatif ini dapat terus memperluas jangkauan dan memberikan kontribusi lebih besar dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia.