Setapak Langkah – 04 Mei 2026 | Polisi Nasional Kenya pada Minggu, 3 Mei 2024, mengonfirmasi adanya 18 korban jiwa yang meninggal akibat tanah longsor dan banjir yang dipicu oleh hujan lebat pada akhir pekan lalu. Bencana ini terjadi di wilayah Kajiado dan sekitarnya, yang dikenal dengan topografi berbukit dan tanah lunak.
Berikut ini rangkuman data awal yang dihimpun oleh pihak berwenang:
| Wilayah | Korban Meninggal | Korban Luka | Rumah Rusak |
|---|---|---|---|
| Kajiado Utara | 12 | 5 | 23 |
| Kajiado Selatan | 6 | 3 | 14 |
Selain 18 orang yang meninggal, 8 orang dilaporkan mengalami luka ringan hingga sedang. Sebanyak 37 rumah mengalami kerusakan total atau parsial, memaksa lebih dari 120 orang mengungsi ke posko darurat yang didirikan di sekolah‑sekolah setempat.
Pejabat kepolisian menegaskan bahwa penyebab utama bencana adalah curah hujan ekstrem yang terjadi selama tiga hari berturut‑turut. “Kami terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Kenya untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat,” ujar Komisaris Polisi Wilayah Kenya Barat, John Mwangi.
Pihak berwenang juga meminta warga untuk menghindari daerah rawan longsor, terutama pada malam hari, serta melaporkan perubahan aliran air atau tanah yang tidak stabil kepada otoritas setempat. Bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, dan perlengkapan medis, telah dikirimkan oleh pemerintah pusat serta organisasi bantuan internasional.
Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap orang-orang yang belum ditemukan. Pemerintah daerah berjanji akan melakukan evaluasi terhadap sistem peringatan dini dan memperkuat infrastruktur drainase guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.