Setapak Langkah – 04 Mei 2026 | Sejumlah ilmuwan dari berbagai negara, dipimpin oleh peneliti asal China, berhasil meluncurkan simulasi kosmologis terbesar yang pernah dibuat. Simulasi ini dijalankan pada superkomputer berkapasitas tinggi yang mampu memproses data dalam skala eksa‑byte, memberikan gambaran detail evolusi alam semesta sejak awal terbentuk hingga kondisi saat ini.
Superkomputer yang dipakai merupakan salah satu yang paling canggih di dunia. Spesifikasi teknisnya dirangkum dalam tabel berikut:
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Kecepatan Pemrosesan | 1,2 exa‑flops |
| Jumlah Node | 15.000 node |
| Memori | 3,5 petabyte RAM |
| Sistem Operasi | Linux‑based HPC |
Dengan kekuatan tersebut, tim mampu mensimulasikan lebih dari satu miliar partikel materi gelap dan energi gelap, serta mengintegrasikan efek gravitasi, radiasi, dan proses termodinamika pada skala kosmik. Hasil simulasi diharapkan memberikan wawasan baru tentang struktur jaringan galaksi, formasi lubang hitam supermasif, serta dinamika perluasan alam semesta.
Proyek ini merupakan kolaborasi lintas benua, melibatkan peneliti dari institusi terkemuka di China, Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Tenggara. Setiap anggota tim menyumbangkan keahlian khusus, mulai dari teori kosmologi, pemodelan numerik, hingga optimasi algoritma komputasi tinggi.
Manfaat praktis dari simulasi ini tidak hanya terbatas pada ilmu dasar. Data yang dihasilkan dapat mendukung pengembangan teknologi pengolahan data besar, meningkatkan efisiensi pusat data, serta membuka peluang inovasi dalam bidang kecerdasan buatan yang membutuhkan pemrosesan paralel masif.
Ke depan, tim berencana memperluas skala simulasi dengan menambahkan variabel fisik baru, seperti interaksi partikel eksotik dan efek relativistik yang lebih kompleks. Mereka juga akan membuka akses terbatas ke dataset bagi komunitas ilmiah global, guna mempercepat penemuan-penemuan baru di bidang astrofisika.