Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Persatuan Wartawan Indonesia (PFI) Pusat terus melakukan pemantauan intensif terhadap keberadaan Thoudy Badai, pewarta foto dari harian Republika, yang dilaporkan hilang kontak saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan Laut Mediterania.
Global Sumud Flotilla merupakan konvoi bantuan yang berangkat dari Turki dengan tujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan. Pada 18 April 2024, konvoi tersebut melintasi zona patroli Angkatan Laut Israel. Pada saat itu, Thoudy Badai bersama tim media lainnya mengalami penahanan oleh pasukan Israel yang menuduh mereka melanggar zona larangan.
- Berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Tel Aviv untuk menegosiasikan pembebasan atau penjelasan resmi mengenai status Thoudy Badai.
- Mengirim tim delegasi ke lokasi penahanan yang diperkirakan, serta menyiapkan bantuan konsuler bagi keluarga wartawan.
- Menjalin komunikasi dengan organisasi hak asasi manusia internasional untuk menyoroti pelanggaran kebebasan pers dalam konflik ini.
PFI menegaskan pentingnya perlindungan terhadap wartawan yang melaksanakan tugas kemanusiaan, mengingat risiko tinggi yang dihadapi di zona konflik. Organisasi tersebut juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk meningkatkan tekanan diplomatik agar Israel menghormati konvensi internasional yang melindungi jurnalis.
Sementara itu, sejumlah negara dan lembaga internasional telah mengeluarkan pernyataan keprihatinan atas penahanan wartawan asing dalam operasi militer. Mereka menekankan bahwa penahanan tanpa proses hukum yang jelas dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kebebasan pers dan akses informasi selama konflik.
Situasi ini masih berkembang. PFI berjanji akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan kasus Thoudy Badai dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat.