Setapak Langkah – 28 Juni 2026 | Pertamina menegaskan bahwa antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak disebabkan oleh kekurangan stok bahan bakar minyak (BBM) secara nasional. Perusahaan energi milik negara tersebut menjelaskan bahwa pasokan dan distribusi BBM terus dioptimalkan untuk memastikan ketersediaan di seluruh wilayah Indonesia.
- Peningkatan permintaan secara tiba-tiba, terutama pada masa libur panjang dan akhir pekan, yang menyebabkan volume penjualan melebihi kapasitas pelayanan di beberapa SPBU.
- Keterbatasan jumlah pompa di beberapa lokasi, sehingga satu pompa harus melayani lebih banyak kendaraan dalam waktu bersamaan.
- Gangguan logistik seperti cuaca ekstrem atau kemacetan lalu lintas yang menghambat pengiriman BBM ke depot regional.
- Penyesuaian jadwal operasional yang belum optimal di beberapa daerah, terutama di wilayah dengan tingkat pertumbuhan kendaraan tinggi.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pertamina telah mengambil langkah-langkah berikut:
- Meningkatkan frekuensi pengiriman BBM ke depot‑depot strategis dengan menambah armada truk tangki.
- Mengoptimalkan penempatan stok cadangan di SPBU yang memiliki volume penjualan tinggi.
- Berkoordinasi dengan otoritas daerah untuk memperbaiki infrastruktur jalan menuju SPBU utama.
- Mengimplementasikan sistem antrean digital di beberapa lokasi guna mengurangi waktu tunggu.
- Memberikan pelatihan tambahan kepada petugas SPBU dalam manajemen layanan cepat.
Dengan upaya tersebut, Pertamina berharap dapat menurunkan waktu tunggu di SPBU dan memastikan ketersediaan BBM yang stabil bagi konsumen di seluruh Indonesia.