Setapak Langkah – 30 April 2026 | Data terbaru menunjukkan bahwa permintaan emas di seluruh dunia mengalami peningkatan sebesar 2 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026, mencapai total 1.231 ton. Kenaikan ini mencerminkan pergeseran pola investasi dan konsumsi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain:
- Permintaan investasi: Investor institusi dan ritel meningkatkan alokasi aset ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar.
- Permintaan perhiasan: Musim perayaan di berbagai wilayah, terutama di Asia, menambah konsumsi perhiasan emas.
- Kebijakan bank sentral: Beberapa bank sentral menambah cadangan emas untuk diversifikasi portofolio devisa.
Berikut ini gambaran perubahan permintaan menurut wilayah:
| Wilayah | Perubahan YoY |
|---|---|
| Asia | +3% |
| Amerika Utara | +1.5% |
| Eropa | +0.8% |
| Timur Tengah | +2.2% |
Analisis para pakar pasar logam mulia memperkirakan bahwa tren kenaikan ini dapat berlanjut selama setidaknya enam bulan ke depan, terutama bila tekanan inflasi tetap tinggi dan kebijakan moneter masih ketat. Namun, faktor-faktor seperti pemulihan ekonomi pasca‑pandemi dan stabilitas geopolitik juga akan berperan penting dalam menentukan arah permintaan emas selanjutnya.