Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperkuat komitmen untuk mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi valuta asing (valas) dengan meluncurkan layanan Money Changer di titik‑titik strategis. Layanan ini ditujukan untuk memperluas jangkauan akses, terutama bagi pelaku usaha kecil, pelancong, dan nasabah yang membutuhkan konversi mata uang secara cepat dan aman.
Money Changer BRI dibuka di beberapa lokasi yang dipilih karena tingginya volume pergerakan orang, antara lain bandara Internasional Soekarno‑Hatta, Stasiun Kereta Api Gambir, serta pusat perbelanjaan di kawasan Sudirman dan Grand Indonesia. Penempatan di area publik tersebut diharapkan dapat mengurangi waktu dan biaya yang biasanya dikeluarkan nasabah untuk mengunjungi kantor bank atau agen valas konvensional.
Berikut adalah beberapa fitur utama layanan Money Changer BRI:
- Jam operasional 24 jam pada lokasi bandara dan stasiun utama.
- Tarif kompetitif dengan margin yang lebih kecil dibandingkan penyedia layanan valas tradisional.
- Transaksi real‑time dengan update kurs yang sinkron dengan sistem perbankan BRI.
- Keamanan terjamin berkat integrasi dengan sistem anti‑pencucian uang (AML) BRI.
Prosedur penggunaan layanan dapat dirangkum dalam tiga langkah sederhana:
- Nasabah mengunjungi Money Changer BRI terdekat dan mengisi formulir permintaan valas.
- Petugas akan memverifikasi identitas dan menampilkan kurs terkini melalui aplikasi internal BRI.
- Setelah pembayaran atau penerimaan mata uang selesai, nasabah menerima bukti transaksi yang dapat diproses lebih lanjut di jaringan ATM BRI.
Untuk memberikan gambaran biaya, tabel berikut menampilkan contoh tarif jual beli USD dan EUR di Money Changer BRI dibandingkan dengan rata‑rata pasar pada kuartal pertama 2024.
| Mata Uang | Tarif BRI (USD) | Tarif Pasar (USD) | Tarif BRI (EUR) | Tarif Pasar (EUR) |
|---|---|---|---|---|
| USD | 15.200 | 15.350 | – | – |
| EUR | – | – | 16.300 | 16.480 |
Dengan menyediakan layanan ini, BRI menargetkan peningkatan volume transaksi valas sebesar 12‑15 % dalam tahun pertama operasional. Dampak positif yang diharapkan meliputi peningkatan likuiditas pasar valuta asing, penurunan biaya transaksi bagi UMKM yang berorientasi ekspor‑impor, serta kontribusi terhadap inklusi keuangan di segmen yang sebelumnya kurang terlayani.
Ke depan, BRI berencana menambah lebih banyak titik layanan Money Changer, termasuk cabang‑cabang di kota‑kota provinsi dengan potensi perdagangan internasional yang tinggi, serta mengintegrasikan layanan ini dengan platform digital BRI untuk memfasilitasi transaksi valas secara online.