Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Fajar bahkan belum benar-benar menyingsing, langit masih berwarna kelabu pucat ketika Ridwan (50) melangkah keluar dari rumahnya di sebuah desa pinggiran Makassar. Ia mengemudikan truk tangki berisi bahan bakar minyak (BBM) yang harus menempuh rute menanjak dan berkelok‑kelok untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Sulawesi Selatan. Perjalanan ini mencerminkan realitas keras distribusi BBM di provinsi yang memiliki topografi berbukit, jaringan jalan yang belum merata, serta cuaca yang sering berubah-ubah.
Berbagai faktor menghambat kelancaran distribusi BBM di Sulsel. Pertama, infrastruktur jalan yang terbatas membuat waktu tempuh menjadi jauh lebih lama dibandingkan daerah dataran rendah. Kedua, ketersediaan armada truk tangki masih belum mencukupi kebutuhan harian, terutama pada musim panen ketika permintaan meningkat. Ketiga, adanya gangguan logistik seperti penutupan jalan karena longsor atau banjir dapat memutus rantai pasokan secara mendadak.
- Jarak dan medan: Lebih dari 30% wilayah Sulsel memiliki akses jalan yang berbatu atau belum beraspal, sehingga kecepatan pengiriman turun hingga 40%.
- Ketersediaan armada: Menurut data BPH Migas, rata-rata hanya 1,8 truk tangki per 10.000 penduduk yang tersedia, jauh di bawah standar nasional.
- Faktor cuaca: Musim hujan membawa risiko banjir dan tanah longsor, yang pada tahun 2023 menyebabkan penundaan distribusi hingga 12 jam di tiga kabupaten.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah provinsi bersama PT Pertamina menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah pembangunan jalur transportasi alternatif berupa jalan irigasi yang dapat digunakan truk tangki selama musim hujan. Selain itu, program subsidi bahan bakar untuk pengemudi truk di wilayah terpencil diharapkan dapat menstimulasi partisipasi lebih banyak operator logistik.
| Kabupaten/Kota | Rata‑Rata Pengiriman BBM per Hari (liter) | Waktu Tempuh Rata‑Rata (jam) |
|---|---|---|
| Makassar | 1.200.000 | 2 |
| Gowa | 750.000 | 3,5 |
| Pinrang | 420.000 | 5 |
| Luwu Timur | 180.000 | 7 |
Meski tantangan masih besar, kisah Ridwan dan ribuan pengemudi lain menunjukkan tekad kuat untuk memastikan BBM sampai ke tangan konsumen. Dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan energi, dan komunitas lokal, diharapkan jaringan distribusi BBM di Sulsel dapat menjadi lebih tahan banting, efisien, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.