Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat penyusunan desain final untuk proyek Giant Sea Wall. Proyek ini direncanakan sebagai solusi jangka panjang dalam mengurangi ancaman banjir di wilayah pesisir Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang rawan pasang tinggi.
Berikut poin-poin utama yang menjadi fokus dalam penyusunan desain Giant Sea Wall:
- Penentuan lokasi strategis: Menentukan jalur dinding laut yang memaksimalkan perlindungan sekaligus meminimalkan dampak terhadap ekosistem laut.
- Material ramah lingkungan: Menggunakan material yang tahan korosi, ringan, dan dapat didaur ulang untuk mengurangi jejak karbon.
- Integrasi sistem drainase: Menyisipkan saluran pembuangan air hujan yang efisien untuk menghindari akumulasi air di balik struktur.
- Skema pendanaan berkelanjutan: Menggabungkan anggaran negara, dana BUMN, serta skema kerjasama publik-swasta (PPP) untuk menutupi biaya pembangunan dan pemeliharaan.
AHY menambahkan bahwa proyek Giant Sea Wall tidak hanya akan melindungi wilayah pesisir dari ancaman banjir, tetapi juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, seperti pengembangan kawasan wisata maritim dan peningkatan keamanan investasi di sektor perikanan.
Pemerintah menargetkan penyelesaian desain final pada kuartal ketiga tahun ini, setelah itu akan dilanjutkan dengan proses tender dan seleksi kontraktor. Diharapkan implementasi proyek dapat dimulai paling cepat pada awal tahun depan, dengan fase pertama difokuskan pada daerah yang paling rentan.
Selain itu, Menko IPK menekankan pentingnya partisipasi masyarakat lokal dalam setiap tahap proyek, mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan, untuk memastikan keberlanjutan dan penerimaan sosial yang luas.