Setapak Langkah – 23 April 2026 | Direktorat Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan rincian anggaran teknologi informasi (IT) yang mencapai satu koma dua triliun rupiah. Kepala BGN, Dadan, menegaskan bahwa alokasi dana tersebut dimaksudkan untuk memperkuat sistem pemantauan program gizi secara real-time di seluruh wilayah Indonesia.
Berikut adalah komponen utama dari anggaran IT BGN:
| Komponen | Anggaran (Rp) |
|---|---|
| Pengadaan server dan jaringan | 500 miliar |
| Pengembangan aplikasi pemantauan | 300 miliar |
| Integrasi data lintas sektor | 200 miliar |
| Pelatihan dan pengembangan SDM | 150 miliar |
| Pemeliharaan dan dukungan teknis | 50 miliar |
Anggaran tersebut juga mencakup alokasi untuk riset dan inovasi, guna memastikan bahwa sistem tetap relevan dengan perkembangan teknologi terkini. Dadan menambahkan bahwa proses implementasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari provinsi dengan prevalensi gizi buruk tertinggi.
Penggunaan data real-time diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan gizi, mengurangi duplikasi program, serta mempercepat respons terhadap situasi darurat kesehatan. Selain itu, transparansi data yang terbuka bagi publik dapat memperkuat akuntabilitas lembaga dalam mengelola sumber daya.
Reaksi dari kalangan akademisi dan organisasi non‑pemerintah umumnya positif, meskipun ada catatan bahwa pengawasan penggunaan dana harus dilakukan secara ketat untuk menghindari pemborosan. Pemerintah berjanji akan melakukan audit independen setiap tahunnya.
Dengan dukungan anggaran yang signifikan ini, BGN berharap dapat mengoptimalkan upaya penurunan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia, sekaligus menjadikan sistem gizi nasional lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.