Setapak Langkah – 28 Mei 2026 | Joko Widodo (Jokowi) diprediksi akan menggelar rangkaian kunjungan ke berbagai daerah dalam waktu dekat. Meski secara resmi belum ada pernyataan resmi, sejumlah pengamat politik menilai bahwa safari ini memiliki tujuan strategis, terutama dalam mengamankan posisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta meneguhkan dukungan bagi Gibran Rakabuming Raka pada kontestasi politik yang diproyeksikan akan berlangsung menjelang pemilihan presiden 2029.
Berbagai faktor menjadi dasar penilaian tersebut, antara lain:
- Penguatan basis pemilih PSI – PSI, yang masih tergolong partai baru, membutuhkan dukungan kuat dari presiden untuk meningkatkan eksistensinya di parlemen.
- Persaingan internal koalisi – Sejumlah kader koalisi pemerintah mengindikasikan adanya persaingan untuk menjadi calon utama pada pemilihan 2029, sehingga menempatkan Gibran sebagai kandidat potensial menjadi penting.
- Strategi mobilisasi massa – Safari ke daerah-daerah dengan basis pendukung kuat dapat meningkatkan popularitas Jokowi dan memperkuat citra kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Pengamat menambahkan bahwa kunjungan ke provinsi-provinsi yang menjadi wilayah kuat PSI, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, serta beberapa daerah di Sumatera, akan menjadi ajang demonstrasi dukungan politik. Dalam setiap pemberhentian, diharapkan akan ada pertemuan antara jajaran PSI dengan pejabat pemerintah setempat, serta pertemuan informal antara Jokowi dan Gibran untuk menegosiasikan peran masing‑masing ke depan.
Reaksi dari pihak lain juga beragam. Beberapa tokoh partai oposisi menilai langkah ini sebagai upaya politisasi pemerintahan menjelang akhir masa jabatan Presiden. Sementara kalangan akademisi menilai bahwa jika strategi ini dijalankan dengan transparan, dapat memberikan stabilitas politik yang diperlukan untuk melanjutkan agenda‑agenda pembangunan nasional.
Apabila safari ini berhasil, beberapa skenario yang mungkin terjadi meliputi:
- PSI memperoleh alokasi dana kampanye dan dukungan logistik yang signifikan.
- Gibran diposisikan sebagai calon potensial dalam koalisi pemerintah untuk pemilihan 2029.
- Peningkatan koalisi antara partai‑partai pendukung Jokowi, memperkuat posisi pemerintah dalam parlemen.
Namun, risiko politik tetap ada, terutama jika publik menilai kunjungan ini sebagai bentuk “political tour” yang semata‑mata untuk menggalang dukungan pribadi. Oleh karena itu, transparansi dalam agenda dan komunikasi yang jelas kepada publik menjadi kunci keberhasilan strategi ini.