Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memperkenalkan platform inovatif bernama “Padhang” sebagai upaya strategis untuk menanggulangi penyebaran hoaks di era digital. Inisiatif ini diluncurkan dalam rangka memastikan warga memperoleh informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Platform “Padhang” dirancang sebagai pusat verifikasi fakta yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan serta jaringan kolaborasi lintas sektor, termasuk lembaga pemerintahan, media, dan akademisi. Melalui sistem otomatis, konten yang dicurigai hoaks akan diproses, dianalisis, dan hasil verifikasinya disebarkan kembali kepada publik dalam format yang mudah dipahami.
Fitur utama “Padhang” meliputi:
- Deteksi otomatis: Algoritma AI memindai unggahan di media sosial dan situs berita untuk mengidentifikasi klaim yang belum terverifikasi.
- Verifikasi kolaboratif: Tim fact‑checker dari berbagai institusi dapat memberikan penilaian dan bukti pendukung secara real‑time.
- Dashboard publik: Informasi yang telah diverifikasi ditampilkan dalam tampilan visual yang jelas, lengkap dengan sumber data dan tanggal verifikasi.
- Pemberitahuan push: Pengguna yang berlangganan menerima notifikasi langsung ketika ada pembaruan terkait klaim yang mereka ikuti.
Selain itu, pemprov berencana mengintegrasikan “Padhang” ke dalam layanan layanan publik digital lainnya, seperti portal kependudukan dan sistem perizinan online, sehingga setiap interaksi digital warga secara otomatis terhubung dengan mekanisme verifikasi fakta.
Keberhasilan inisiatif ini akan dipantau melalui indikator kunci, antara lain jumlah klaim yang berhasil diverifikasi, kecepatan respon sistem, dan tingkat partisipasi masyarakat dalam memberikan umpan balik. Data tersebut akan dipublikasikan secara berkala untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas program.
Dengan langkah proaktif ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menciptakan ekosistem informasi yang bersih, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memberikan contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan disinformasi.