Setapak Langkah – 15 April 2026 | Jakarta, 26 April 2024 – Upacara pelantikan Perwira Dokter Kesehatan Militer (Perdokmil) Jawa Timur dilaksanakan di atas kapal perang KRI dr. Soeharso. Acara yang dihadiri oleh pejabat TNI, pejabat Kementerian Kesehatan, serta perwakilan pemerintah daerah tersebut menekankan pentingnya peran militer dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Latar Belakang Pelantikan
Perdokmil Jatim yang baru dilantik merupakan bagian dari upaya strategis TNI Angkatan Laut untuk meningkatkan kapasitas layanan medis di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Kapal KRI dr. Soeharso, yang dilengkapi fasilitas medis kelas satu, dijadikan platform operasi kesehatan mobile untuk menjangkau wilayah terpencil di Pulau Jawa dan sekitarnya.
Pernyataan Utama
Komandan KRI dr. Soeharso, Letnan Kolonel (P) Agus Prasetyo, menegaskan bahwa kehadiran militer dalam bidang kesehatan bukan sekadar bantuan sementara, melainkan bagian integral dari strategi ketahanan nasional. “Kita harus mampu menyediakan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan, terutama di daerah 3T yang selama ini kurang terlayani,” ujarnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Dr. Siti Mahmudah, menambahkan bahwa kolaborasi antara militer dan sipil akan memperkuat jaringan rujukan, memperluas cakupan vaksinasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi wabah penyakit menular.
Rencana Tindakan Kolaboratif
- Pengiriman tim medis militer bersama tim kesehatan sipil ke pos-pos kesehatan di wilayah 3T.
- Penyediaan fasilitas diagnostik dan perawatan darurat di atas kapal KRI dr. Soeharso.
- Penyuluhan kesehatan dan program imunisasi massal yang terintegrasi dengan dinas kesehatan daerah.
- Pengembangan sistem informasi kesehatan berbasis digital untuk memantau kasus dan kebutuhan medis secara real time.
Implikasi Bagi Ketahanan Kesehatan Nasional
Dengan mengoptimalkan peran militer, pemerintah berharap dapat menutup kesenjangan layanan kesehatan antara daerah perkotaan dan terpencil. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan angka harapan hidup, menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi pandemi atau bencana alam.
Upacara pelantikan ini menandai langkah konkret dalam mewujudkan sinergi antara institusi militer dan sipil, sekaligus mempertegas komitmen Indonesia untuk menjaga kesehatan seluruh warganya, termasuk mereka yang berada di wilayah paling terpencil.