Setapak Langkah – 28 Juni 2026 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melontarkan kritik tajam terhadap kunjungan lapangan (blusukan) Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap bertujuan mengamankan posisi anak‑anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, dalam kontestasi Pilpres 2029. PDIP menilai aksi tersebut tidak sekadar bersifat sosial, melainkan strategi politik untuk memperkuat basis dukungan keluarga Presiden menjelang pemilihan umum berikutnya.
Dalam pernyataan resmi, Ketua Umum PDIP menyoroti bahwa Jokowi mengusung atribut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam beberapa agenda kunjungan, serta mendorong penguatan struktur partai yang diyakini akan memberi keuntungan bagi calon‑calon yang berafiliasi dengan keluarga Presiden. Menurut PDIP, taktik ini dapat menimbulkan ketimpangan peluang bagi partai lain dan mengabaikan prinsip demokrasi yang adil.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan PDIP:
- Blusukan Jokowi di daerah‑daerah strategis dipadukan dengan kampanye tak resmi untuk menggalang dukungan bagi Gibran dan Kaesang.
- Penggunaan atribut PSI dianggap sebagai upaya menyamarkan dukungan politik di balik agenda sosial.
- Peningkatan dana dan sumber daya partai di wilayah‑wilayah yang menjadi fokus kunjungan, yang dinilai menguntungkan calon keluarga Presiden.
- Kurangnya transparansi dalam proses penetapan calon legislatif dan eksekutif di partai‑partai pendukung.
PDIP menegaskan bahwa semua pihak harus menghormati aturan main demokrasi dan menghindari intervensi yang dapat mengganggu keseimbangan politik nasional. Pihak PDIP juga menyerukan dialog terbuka dengan partai‑partai lain serta lembaga pengawas pemilu untuk memastikan proses Pilpres 2029 berjalan bersih dan kompetitif.
Sementara itu, jajaran Sekretariat Presiden menolak tuduhan bahwa kunjungan Jokowi memiliki motif politik tersembunyi. Mereka menyatakan bahwa agenda blusukan tetap berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan infrastruktur, serta penanganan masalah sosial yang mendesak.
Persaingan internal dan eksternal menjelang Pilpres 2029 diprediksi akan semakin intens, dengan sejumlah partai menyiapkan strategi masing‑masing. Dinamika ini menambah tekanan pada koalisi pemerintahan untuk menjaga stabilitas politik sambil menyiapkan transisi kepemimpinan yang mulus.