Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Pasukan militer Israel (IDF) menggelar operasi penggerebekan besar-besaran di wilayah Tepi Barat pada Minggu malam, menargetkan beberapa titik strategis yang dikuasai oleh otoritas Palestina. Operasi tersebut berlangsung hampir sepanjang malam, mencakup penyitaan kendaraan, penangkapan aktivis, dan penempatan pos-pos kontrol baru di beberapa kota utama.
Di sisi lain, kelompok pemukim Yahudi yang berlokasi di sekitar Tepi Barat melancarkan serangan terkoordinasi terhadap pos-pos keamanan Palestina, menambah ketegangan di lapangan. Mereka menuduh otoritas Palestina gagal menjaga keamanan, sementara pihak Palestina menuding Israel melakukan provokasi untuk memperburuk situasi.
Otoritas Palestina mengeluarkan pernyataan mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional. Mereka menuntut komunitas internasional agar meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel dan menghentikan ekspansi pemukiman ilegal. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Israel menegaskan operasi tersebut bersifat defensif, bertujuan mencegah serangan terorisme dan melindungi warga Israel.
Reaksi internasional masih beragam. Beberapa negara mengutuk kekerasan, menyerukan dialog, namun belum ada langkah konkret yang diambil. Organisasi Hak Asasi Manusia melaporkan peningkatan jumlah penahanan dan tuduhan pelanggaran hak warga sipil di wilayah tersebut.
Sejauh ini, laporan awal mencatat beberapa korban luka-luka di kedua belah pihak, namun jumlah pasti masih belum terkonfirmasi. Situasi di Tepi Barat diperkirakan akan tetap tegang dalam beberapa hari ke depan, dengan potensi eskalasi lebih lanjut jika tidak ada upaya mediasi yang efektif.