Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Santé publique France) memperkirakan akan terjadi sekitar seribu kematian tambahan akibat gelombang panas yang melanda negara tersebut selama beberapa hari terakhir. Perkiraan ini didasarkan pada data suhu maksimum, tingkat kelembapan, dan catatan mortalitas historis.
Gelombang panas dimulai pada pertengahan Juli dengan suhu tertinggi mencapai 42°C di beberapa wilayah selatan dan pusat. Kelembapan yang tinggi memperparah efek termal, meningkatkan risiko heatstroke terutama pada lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit kronis.
| Hari | Suhu Maksimum (°C) | Prediksi Kematian Tambahan |
|---|---|---|
| 1 | 40 | 200 |
| 2 | 41 | 250 |
| 3 | 42 | 300 |
| 4 | 41 | 150 |
Pemerintah Prancis telah mengeluarkan peringatan panas tingkat tinggi (yellow, orange, dan red) serta menyiapkan pusat pendinginan di tempat umum, memperbanyak pasokan air minum, dan menunda aktivitas luar ruangan yang tidak penting. Masyarakat diminta untuk tetap terhidrasi, menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam puncak (12.00—16.00), dan memeriksa kondisi kesehatan kerabat yang rentan.
Jika tren suhu ekstrem terus berlanjut, diperkirakan beban pada sistem layanan kesehatan akan meningkat, menambah tekanan pada rumah sakit dan layanan darurat. Para ahli menekankan perlunya kebijakan jangka panjang untuk mengurangi dampak perubahan iklim, termasuk peningkatan infrastruktur hijau dan strategi adaptasi wilayah perkotaan.