Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Partai Ummat mengeluarkan pernyataan protes atas hilangnya video opini yang dipublikasikan oleh Amien Rais, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, di kanal YouTube pribadinya. Video tersebut menyoroti dugaan “raibnya” dua tokoh politik, Prabowo Subianto dan Teddy Mahirir, yang menjadi perbincangan publik sejak akhir pekan lalu.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan oleh Partai Ummat dalam protesnya:
- Video tersebut diunggah pada 30 April 2024 dan sempat mendapatkan ribuan penonton dalam beberapa jam pertama.
- Setelah mencapai puncak tayangan, video tiba‑tiba menghilang tanpa pemberitahuan dari platform.
- Partai menuntut klarifikasi resmi dari YouTube serta penyelidikan atas potensi pelanggaran kebijakan konten.
- Jika terbukti ada tekanan politik, partai siap mengajukan komplain ke otoritas terkait.
Amien Rais sendiri belum memberikan komentar publik mengenai penghapusan video tersebut. Namun, dalam beberapa pernyataan sebelumnya, ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses politik, terutama terkait isu “raibnya” Prabowo dan Teddy yang masih menjadi spekulasi banyak pihak.
Prabowo Subianto, mantan Ketua Umum Partai Gerindra dan mantan Menteri Pertahanan, serta Teddy Mahirir, putra mantan Presiden B.J. Habibie, belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rumor tersebut. Kedua tokoh tersebut juga tidak menanggapi pertanyaan media tentang keberadaan mereka.
Insiden ini menambah deretan kasus di mana konten politik mengalami pembatasan atau penghapusan di platform digital, memicu perdebatan mengenai kebebasan berpendapat di era media sosial. Pengamat politik menilai bahwa kejadian ini dapat menjadi indikator meningkatnya ketegangan antara partai politik dan platform teknologi dalam mengatur konten yang sensitif.
Partai Ummat menegaskan komitmennya untuk melindungi hak anggota serta memastikan setiap opini dapat disuarakan tanpa takut akan tindakan represif. Mereka juga meminta pihak berwenang untuk meninjau regulasi yang mengatur penyebaran informasi politik di dunia maya.