Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Pada Selasa, 16 Juni 2026, Stadion SoFi di Los Angeles dipenuhi sorak sorai menjelang laga grup antara tim nasional Iran dan Selandia Baru dalam ajang Piala Dunia FIFA 2026. Namun, sesaat setelah lagu kebangsaan Iran diputar, terdengar sorakan dan cemoohan yang menggema dari berbagai sudut tribun.
Suasana tersebut menimbulkan keprihatinan di kalangan penonton dan media internasional. Beberapa penonton mengklaim bahwa cemoohan tersebut merupakan respons terhadap kebijakan politik Iran, sementara yang lain menilai aksi tersebut tidak menghormati nilai sportivitas.
Reaksi utama yang muncul antara lain:
- Penonton lokal menilai lagu kebangsaan Iran tidak cocok diputar di negara yang tengah memperdebatkan isu hak asasi manusia.
- Penggemar sepak bola Iran mengungkapkan kekecewaan dan menganggap tindakan itu tidak adil.
- Beberapa pemain Iran tampak berusaha menahan emosi, namun tetap melanjutkan pertandingan dengan profesional.
- Pejabat FIFA menegaskan pentingnya netralitas politik dalam kompetisi dan berjanji meninjau kejadian ini.
Insiden ini bukan pertama kalinya lagu kebangsaan sebuah negara diperlakukan kontroversial di arena internasional. Pada turnamen sebelumnya, tim-tim dari negara dengan catatan hak asasi manusia yang dipertanyakan juga pernah menghadapi sorakan serupa.
Para analis menilai bahwa cemoohan tersebut mencerminkan ketegangan geopolitik yang semakin meluas, terutama di tengah peningkatan sorotan global terhadap kebijakan luar negeri Iran. Meski demikian, mereka menekankan bahwa dunia olahraga seharusnya menjadi ruang yang memisahkan politik dari kompetisi.
FIFA berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan meninjau prosedur pelaksanaan upacara pembukaan agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, tim Iran berfokus pada persiapan taktis untuk melanjutkan turnamen, berharap dapat menutup bab kontroversi ini dengan hasil di lapangan.