Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | Pemerintah Indonesia mengumumkan hasil penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ketiga, ORI030, yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp40 triliun. Penjualan ini menandai pencapaian tertinggi dalam sejarah penawaran ORI sejak pertama kali diluncurkan pada 2017.
Permintaan kuat datang terutama dari kalangan milenial, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996. Menurut data resmi, lebih dari 60% total nilai penjualan ORI030 dibeli oleh investor berusia 25‑40 tahun, menjadikan mereka kontributor utama dalam menggenjot pendapatan negara.
- Total nilai penjualan: Rp40 triliun
- Jumlah investor: sekitar 2,8 juta orang
- Proporsi milenial: kira‑kira 60% dari total nilai
- Jangka waktu obligasi: 5 tahun dengan kupon 6,5% per tahun
Obligasi ORI dirancang khusus untuk menarik investor ritel dengan prosedur pembelian yang mudah melalui aplikasi perbankan atau platform digital. Tingkat kupon yang kompetitif serta jaminan pemerintah membuat ORI menjadi alternatif investasi yang aman dibandingkan instrumen pasar modal lainnya.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Nilai penjualan | Rp40 triliun |
| Jangka waktu | 5 tahun |
| Kupon tahunan | 6,5% |
| Investor milenial | ≈60% nilai penjualan |
Pendapatan Rp40 triliun tersebut akan dialokasikan untuk menutup defisit anggaran, membiayai proyek infrastruktur, serta memperkuat cadangan devisa. Pemerintah berharap keberhasilan penjualan ORI030 dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pasar obligasi domestik dan mendorong partisipasi lebih luas dari generasi muda dalam mengelola keuangan pribadi.
Para analis pasar menilai bahwa tren pembelian obligasi oleh milenial mencerminkan pergeseran preferensi investasi menuju instrumen yang lebih stabil dan berbasis pemerintah, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Keberhasilan ini juga dipandang sebagai sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada pinjaman luar negeri.