Setapak Langkah – 11 Agustus 2026 | Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa rangkaian reformasi di sektor pertanian telah memberikan dampak positif signifikan terhadap kesejahteraan petani di seluruh negeri. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, ia memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang telah diterapkan sejak awal tahun ini.
Reformasi utama meliputi:
- Peningkatan akses pembiayaan melalui program kredit mikro yang disubsidi pemerintah, sehingga petani kecil dapat memperoleh modal dengan bunga rendah.
- Penerapan subsidi pupuk terarah berbasis data lahan, menurunkan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas tanaman.
- Pengembangan platform digital pertanian yang memfasilitasi pemasaran hasil tani, penyuluhan agronomi, serta pemantauan cuaca secara real‑time.
- Dukungan terhadap agroindustri melalui insentif pajak bagi pelaku usaha yang mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.
Data yang dirilis Kementerian Pertanian menunjukkan peningkatan pendapatan rata‑rata petani sebesar 12 % pada kuartal terakhir dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kemiskinan di daerah pedesaan turun dari 9,8 % menjadi 8,3 %.
Andi Amran menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperluas jaringan penyuluhan pertanian, meningkatkan infrastruktur irigasi, serta memperkuat kerjasama dengan lembaga riset untuk inovasi varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim.
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan sektor pertanian tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan nasional, tetapi juga sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi para petani Indonesia.