Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LH) Moh Jumhur menegaskan bahwa ekonomi hijau bukan sekadar gagasan teoritis, melainkan fondasi penting bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Dalam sebuah pernyataan resmi, beliau menyoroti urgensi integrasi prinsip ramah lingkungan ke dalam semua sektor ekonomi guna mengurangi dampak perubahan iklim serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa langkah konkret yang telah direncanakan antara lain:
- Peningkatan investasi pada proyek energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi.
- Penerapan insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi praktik produksi bersih dan ramah lingkungan.
- Penguatan regulasi pengelolaan limbah industri untuk mengurangi pencemaran air dan tanah.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan pendidikan mengenai teknologi hijau.
Jumhur juga menekankan pentingnya data dan riset dalam memantau progres implementasi ekonomi hijau. Ia mengajak lembaga penelitian dan universitas untuk berkolaborasi dalam mengembangkan indikator yang dapat mengukur dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara holistik.
Dengan menempatkan ekonomi hijau sebagai prioritas nasional, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang. Menteri LH Jumhur menutup dengan harapan bahwa seluruh pihak dapat bersatu dalam mewujudkan visi pembangunan yang inklusif, lestari, dan berkeadilan.