Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penunjukan Nanik sebagai Kepala Badan Geospasial Nasional (BGN) didasarkan pada pertimbangan mendalam terkait pengalaman birokrasi dan ketegasan kepemimpinan yang dimilikinya.
Nanik, yang telah mengabdi lebih dari dua dekade di lingkungan pemerintahan, pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta memimpin beberapa unit strategis di Kementerian Dalam Negeri. Pengalaman tersebut memberinya wawasan luas tentang tata kelola data geospasial, koordinasi lintas lembaga, serta pengelolaan sumber daya manusia di sektor publik.
Ketegasan Nanik tercermin dalam beberapa keputusan penting yang diambilnya pada masa sebelumnya, antara lain:
- Mengoptimalkan proses digitalisasi arsip wilayah yang sebelumnya masih mengandalkan sistem manual.
- Menegakkan standar kualitas data geospasial dengan menolak praktik penyimpangan yang dapat mengurangi akurasi peta nasional.
- Mendorong kolaborasi antara BGN dan lembaga penelitian untuk mempercepat inovasi pemetaan berbasis teknologi satelit.
Prasetyo Hadi menambahkan bahwa kombinasi antara pengalaman operasional yang mendalam dan sikap tegas dalam mengambil keputusan strategis menjadi faktor kunci bagi keberhasilan BGN dalam menghadapi tantangan era digital. Ia berharap Nanik dapat memperkuat peran BGN sebagai lembaga sentral dalam penyediaan data spasial yang akurat, transparan, dan dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, BGN di bawah kepemimpinan Nanik ditargetkan untuk:
- Meningkatkan cakupan pemetaan wilayah Indonesia hingga 100% dalam lima tahun ke depan.
- Mengintegrasikan data geospasial dengan platform layanan publik untuk mendukung keputusan kebijakan berbasis bukti.
- Menjalin kemitraan internasional dalam bidang survei dan pemantauan lingkungan.
Dengan landasan pengalaman dan ketegasan ini, diharapkan BGN dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam perencanaan wilayah, mitigasi bencana, dan pengelolaan sumber daya alam.