Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Ambon semakin giat menata perekonomian lokal dengan memanfaatkan ruang publik sebagai pusat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inisiatif ini bertujuan menciptakan ekosistem yang lebih inklusif, meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha, serta memperkuat ketahanan ekonomi warga.
Sejak awal tahun, pemerintah Kota Ambon bersama Dinas Koperasi dan UKM serta berbagai lembaga swadaya masyarakat meluncurkan program “Ruang Usaha Publik” yang menitikberatkan pada tiga pilar utama: infrastruktur, pelatihan, dan pemasaran.
Pilar 1: Infrastruktur Ramah Usaha
- Pasar Terbuka Terstruktur – Beberapa alun-alun dan trotoar utama diubah menjadi area kios temporer dengan fasilitas listrik, air bersih, dan keamanan 24 jam.
- Sentra Kreatif – Bangunan bekas milik pemerintah dialihfungsikan menjadi coworking space dan studio produksi bagi pelaku kreatif.
- Transportasi Mikro – Penambahan jalur angkutan kota yang menghentikan di lokasi UMKM memudahkan mobilitas pembeli.
Pilar 2: Pelatihan dan Pendampingan
Program pelatihan intensif selama enam bulan mencakup manajemen keuangan, pemasaran digital, serta standar keamanan pangan. Mentor dari universitas lokal dan alumni usaha sukses memberikan bimbingan langsung di lapangan.
| Jenis Pelatihan | Durasi | Peserta |
|---|---|---|
| Manajemen Keuangan | 4 minggu | 20 orang per batch |
| Pemasaran Digital | 6 minggu | 15 orang per batch |
| Keamanan Pangan | 3 minggu | 10 orang per batch |
Pilar 3: Pemasaran dan Akses Pasar
Untuk memperluas jangkauan, pemerintah mengintegrasikan sistem digital yang menampilkan katalog produk UMKM Ambon. Selain itu, event rutin seperti “Pasar Malam Rakyat” dan “Festival Kuliner Ambon” digelar di ruang publik untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Hasil awal menunjukkan peningkatan pendapatan rata‑rata UMKM sebesar 30 % dalam tiga bulan pertama. Lebih dari 200 kios telah beroperasi secara permanen, dan sebanyak 1 500 tenaga kerja baru tercipta.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi kota‑kota lain di Indonesia dalam mengoptimalkan ruang publik sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi rakyat.