Setapak Langkah – 04 Mei 2026 | Dalam orasi ilmiah yang disampaikan di Universitas Borobudur, Megawati Soekarnoputri menegaskan kembali bahwa kedaulatan negara Indonesia sepenuhnya berada di tangan seluruh rakyat, bukan hanya kelompok tertentu.
Megawati menolak wacana perubahan sistem pemilihan umum yang dianggap dapat merugikan kepentingan publik. Ia menekankan bahwa setiap usulan reformasi harus melalui proses yang transparan, melibatkan partisipasi luas, dan tetap menjaga prinsip keadilan serta keterwakilan.
Poin‑poin utama yang disampaikan meliputi:
- Negara adalah milik seluruh rakyat tanpa kecuali.
- Perubahan sistem pemilu harus berlandaskan konsensus nasional.
- Penguatan institusi demokrasi harus menjadi prioritas.
- Setiap kebijakan harus mengutamakan kepentingan rakyat banyak.
Dalam konteks sejarah, Megawati mengingatkan bahwa sejak proklamasi 1945, bangsa Indonesia telah memperjuangkan demokrasi yang inklusif. Ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan tidak boleh diselewengkan untuk kepentingan segelintir pihak.
Reaksi dari berbagai kalangan politik pun beragam. Beberapa tokoh menyambut positif seruan Megawati sebagai pengingat akan nilai‑nilai Pancasila, sementara pihak lain menilai perlunya kajian lebih mendalam terkait mekanisme perubahan yang diusulkan.
Orasi tersebut diakhiri dengan ajakan kepada generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam proses politik, menjaga integritas lembaga negara, dan terus memperjuangkan Indonesia yang adil serta makmur.