Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Ketegangan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto semakin memuncak setelah Megawati menuntut Prabowo untuk membuktikan tuduhan bahwa PDIP menjadi dalang demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2024, yang diprediksi akan memuncak pada tahun 2025.
Latar Belakang Demonstrasi Agustus 2024
Demonstrasi yang berlangsung di beberapa kota besar pada Agustus lalu menimbulkan kerusuhan ringan dan menyoroti isu‑isu ekonomi serta kebijakan pemerintah. Pemerintah menilai aksi tersebut sebagai protes biasa, namun sejumlah pihak dalam partai oposisi menyiratkan keterlibatan organisasi politik dalam mengatur aksi.
Tuntutan Megawati kepada Prabowo
Megawati secara tegas menyatakan bahwa jika Prabowo memang memiliki bukti konkret mengenai peran PDIP, ia harus menyajikannya kepada publik dan lembaga penegak hukum. Ia menambahkan bahwa tuduhan tanpa bukti dapat merusak persatuan nasional dan memperburuk citra partai besar seperti PDIP.
- Menunjukkan bukti dokumenter atau rekaman yang mengaitkan kader PDIP dengan perencanaan demo.
- Mengajukan laporan resmi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian.
- Menghindari penggunaan retorika politis yang dapat memicu polarisasi.
Reaksi Politik dan Dampak Potensial
Beberapa tokoh politik menilai permintaan Megawati sebagai langkah defensif untuk melindungi reputasi partai. Di sisi lain, analis mengingatkan bahwa perseteruan internal antara dua tokoh berpengaruh dapat menimbulkan fragmentasi koalisi dan memengaruhi agenda legislatif menjelang pemilu 2029.
Jika bukti yang diminta tidak dapat diproduksi, Megawati mengancam akan mengambil langkah hukum dan politik lebih lanjut, termasuk mengajukan pertanyaan di DPR dan menggalang dukungan dari fraksi-fraksi lain. Sebaliknya, Prabowo menyatakan akan terus mengusut kasus tersebut melalui jalur institusional, meski belum mengungkapkan detail apa pun.