Setapak Langkah – 18 April 2026 | Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menegaskan bahwa kinerja ekspor negara masih berada pada posisi yang stabil meskipun dunia sedang mengalami ketegangan geopolitik yang signifikan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diikuti oleh pejabat kementerian terkait serta perwakilan industri.
Berikut ini ringkasan beberapa indikator utama ekspor Indonesia selama tiga kuartal terakhir:
| Kuartal | Nilai Ekspor (US$ Miliar) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Q1 2024 | 35,2 | +2,4% |
| Q4 2023 | 34,5 | +1,9% |
| Q3 2023 | 33,8 | +1,5% |
Meski terdapat tantangan seperti sanksi perdagangan, fluktuasi harga energi, serta ketegangan di wilayah Laut China Selatan, LPEI menilai bahwa diversifikasi pasar dan peningkatan nilai tambah produk menjadi faktor penopang utama. LPEI juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah, termasuk penyediaan pembiayaan yang kompetitif, asuransi risiko politik, dan program pelatihan bagi eksportir kecil dan menengah.
Untuk menjaga momentum, LPEI mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Memperluas jaringan pembiayaan ke sektor teknologi bersih dan produk bernilai tinggi.
- Meningkatkan koordinasi dengan kementerian perdagangan dalam negosiasi perjanjian perdagangan bebas.
- Menawarkan skema asuransi risiko yang lebih fleksibel bagi eksportir yang beroperasi di pasar yang bergejolak.
Dengan upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku industri, LPEI optimis bahwa Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan meski kondisi geopolitik global tetap tidak menentu.