Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali melakukan kunjungan resmi ke Prancis dalam rangka memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Kunjungan ini dianggap strategis untuk mengamankan kepentingan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
Agenda utama Prabowo meliputi diskusi mendalam dengan pejabat tinggi Prancis mengenai kerjasama di bidang pertahanan, keamanan, serta investasi ekonomi. Kedua belah pihak menekankan pentingnya sinergi dalam pengembangan industri pertahanan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas militer.
Berikut poin-poin kunci yang dibahas selama pertemuan:
- Kerjasama Pertahanan: Penyediaan peralatan militer modern, pelatihan bersama, serta program riset dan pengembangan senjata strategis.
- Keamanan Maritim: Koordinasi patroli bersama di wilayah Indo-Pasifik untuk melawan ancaman illegal fishing dan penyelundupan.
- Investasi Ekonomi: Penawaran investasi sebesar US$5 miliar dalam sektor energi terbarukan, infrastruktur, dan digitalisasi.
- Teknologi dan Inovasi: Kolaborasi dalam bidang kecerdasan buatan, robotik, dan aerospace untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
Para pengamat menilai bahwa langkah ini dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional, terutama dalam menyeimbangkan hubungan dengan kekuatan besar serta menanggapi ketidakpastian global. Dengan adanya dukungan Prancis, diharapkan Indonesia dapat mempercepat modernisasi alutsista serta menarik lebih banyak investasi asing.
Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momentum bagi kedua negara untuk memperdalam kerja sama multilateral, termasuk dalam forum seperti G20 dan ASEAN‑EU. Kedepannya, Prabowo berjanji akan terus memantau implementasi kesepakatan yang telah disepakati serta memastikan bahwa manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.