Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Tim ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi satu set sisa bangkai paus yang menempati kedalaman dan ukuran tak tertandingi di dasar laut. Penemuan ini berada di Zona Diamantina, sebuah wilayah lepas pantai selatan Samudra Hindia, pada kedalaman yang diperkirakan melebihi 6.000 meter.
Penelitian dimulai setelah kapal survei laut dalam dilengkapi dengan sonar multi‑beam yang mampu memetakan struktur dasar laut secara detail. Ketika citra sonar menunjukkan formasi anomali, tim langsung mengirimkan kendaraan selam berawak (ROV) untuk verifikasi visual.
Berikut ini rangkuman temuan utama:
- Kedalaman: sekitar 6.200 meter, menjadikannya lokasi terendah yang pernah tercatat untuk sisa paus.
- Ukuran kerangka: panjang perkiraan 30 meter, lebih panjang dari paus biru dewasa.
- Lokasi geografis: 30° S, 80° E, di zona yang dikenal dengan arus kuat dan suhu hampir mendekati titik beku.
- Kondisi fosil: sebagian besar kerangka masih terjaga, meskipun jaringan lunak hampir seluruhnya terdegradasi oleh tekanan ekstrem.
Keunikan penemuan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan ilmiah. Pertama, bagaimana bangkai paus dapat tetap terjaga di tekanan setinggi itu tanpa hancur total? Kedua, apa peran arus laut dalam zona tersebut dalam mengumpulkan dan melapisi sisa-sisa biologis menjadi struktur mirip “kuburan”?
Para peneliti berhipotesis bahwa lapisan sedimen halus serta suhu rendah berkontribusi pada proses pengawetan alami. Selain itu, arus kuat dapat membawa partikel organik yang mempercepat proses mineralisasi, menjadikan kerangka paus hampir menjadi batu.
Temuan ini tidak hanya menambah wawasan tentang ekosistem laut dalam, tetapi juga membuka peluang baru untuk studi evolusi spesies raksasa serta dinamika karbon laut. Jika sisa paus ini dapat bertahan selama ribuan tahun, maka mereka berpotensi menjadi arsip geologis yang merekam perubahan iklim masa lalu.