Setapak Langkah – 23 April 2026 | Pusri Palembang meluncurkan program Kopi Tebat Benawa sebagai bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di lereng Gunung Dempo, Sumatera Selatan.
Gunung Dempo selama bertahun‑tahun dikenal sebagai zona produksi kopi robusta berkualitas tinggi. Namun para petani di kawasan ini sering menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga pasar, keterbatasan akses ke teknologi modern, serta kurangnya jaringan pemasaran yang dapat menjamin harga yang adil.
Program Kopi Tebat Benawa dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut melalui tiga pilar utama: penyediaan bibit unggul, pelatihan budidaya berbasis ilmu pertanian terkini, serta bantuan pemasaran hingga pengolahan pasca panen. Pusri bekerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, lembaga keuangan mikro, dan koperasi petani lokal untuk memastikan setiap tahapan berjalan selaras.
Manfaat yang telah dirasakan petani antara lain:
- Peningkatan produktivitas rata-rata dari 1,2 ton menjadi 1,8 ton per hektar dalam dua tahun pertama.
- Peningkatan pendapatan petani sebesar 30‑40 persen berkat harga jual yang dijamin melalui kontrak pemasaran dengan Pusri.
- Penciptaan lapangan kerja baru, terutama bagi perempuan yang terlibat dalam proses pasca panen dan pengemasan.
- Peningkatan kemampuan teknis melalui pelatihan tentang pemupukan organik, pengendalian hama terintegrasi, dan pemrosesan kopi bersertifikat.
Selain dampak ekonomi, program ini juga memberikan efek sosial yang signifikan. Dengan adanya pendapatan yang lebih stabil, banyak keluarga petani mengurangi keputusan migrasi ke kota besar, sehingga mempertahankan struktur komunitas tradisional. Selain itu, program ini berkontribusi pada ketahanan pangan regional dengan memperluas area tanam kopi yang sekaligus menyerap lahan yang sebelumnya tidak produktif.
Namun, tantangan tetap ada. Pendanaan jangka panjang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pelatihan dan penyediaan bibit, sementara perubahan iklim menuntut adaptasi varietas kopi yang lebih tahan. Pusri berencana memperluas kerja sama dengan lembaga riset pertanian untuk mengembangkan varietas kopi yang tahan terhadap suhu tinggi dan curah hujan tak menentu.
Ke depan, Kopi Tebat Benawa diharapkan tidak hanya menjadi model pemberdayaan petani kopi di Sumatera Selatan, melainkan dapat direplikasi di daerah lain dengan potensi kopi serupa, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia.