Setapak Langkah – 23 April 2026 | Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa penguatan kedaulatan nasional menjadi agenda utama di tengah perubahan cepat geopolitik global. Ia menyoroti bahwa dinamika politik internasional, termasuk persaingan kekuatan besar serta konflik regional, menuntut Indonesia untuk lebih mantap mempertahankan hak kedaulatan atas wilayah, sumber daya, dan kebijakan luar negeri.
- Persaingan ekonomi dan teknologi antara negara‑negara besar yang dapat memengaruhi akses Indonesia ke pasar dan teknologi kritis.
- Isu keamanan maritim di wilayah perairan strategis, terutama di Selat Sunda, Selat Malaka, dan perairan Natuna.
- Tekanan politik luar negeri yang berusaha memengaruhi kebijakan dalam negeri melalui diplomasi ekonomi atau koalisi militer.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Komisi I mengusulkan langkah‑langkah konkret, antara lain:
- Penguatan regulasi yang melindungi sumber daya alam serta investasi strategis.
- Peningkatan kapabilitas pertahanan dan keamanan maritim melalui alokasi anggaran yang memadai.
- Pembentukan mekanisme koordinasi lintas kementerian untuk memastikan kebijakan luar negeri selaras dengan kepentingan kedaulatan.
- Pengawasan ketat terhadap investasi asing di sektor strategis, termasuk energi, telekomunikasi, dan infrastruktur kritis.
Dave Laksono menambahkan bahwa peran DPR tidak hanya sebatas legislasi, melainkan juga mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah agar tidak mengorbankan kepentingan nasional. Ia mengajak seluruh fraksi dan anggota DPR untuk bersinergi dengan kementerian terkait serta lembaga pertahanan dalam rangka memastikan Indonesia tetap berdaulat di setiap aspek.
Dengan menekankan pentingnya kedaulatan, Komisi I berharap Indonesia dapat menghadapi dinamika geopolitik yang terus berubah tanpa mengorbankan kepentingan nasional, serta menjaga posisi strategisnya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.