Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pendidikan tinggi, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan agar setiap kampus setidaknya membangun satu dapur Makanan Berbasis Gizi (MBG). Usulan ini disampaikan sebagai respons atas potensi besar yang dimiliki institusi pendidikan dalam menyediakan sumber pangan yang sehat, terjangkau, dan berstandar gizi.
Beberapa langkah konkret yang direkomendasikan antara lain:
- Identifikasi ruang yang dapat dioptimalkan menjadi dapur MBG, misalnya ruang laboratorium atau kantin yang belum terpakai penuh.
- Penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang menekankan pada penggunaan bahan baku segar, minim pengolahan berlebih, serta pengendalian higienitas.
- Pelibatan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam proses perencanaan, operasional, dan evaluasi dapur.
- Kerjasama dengan petani lokal atau pemasok bahan baku organik untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan.
- Penyusunan program edukasi gizi bagi mahasiswa, termasuk workshop, seminar, dan kompetisi kuliner berbasis gizi.
Manfaat jangka panjang yang diharapkan meliputi peningkatan status gizi mahasiswa, penurunan biaya katering kampus, serta pembentukan sumber riset dan inovasi yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum. Selain itu, keberadaan dapur MBG dapat menjadi model bagi institusi lain, memperluas dampak positif pada tingkat regional bahkan nasional.
Kepala BGN menekankan bahwa meskipun tantangan anggaran dan infrastruktur tetap ada, langkah awal membangun satu dapur MBG sudah cukup untuk menunjukkan komitmen institusi pendidikan terhadap ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan kebijakan internal kampus dan sinergi dengan pihak terkait, realisasi dapur MBG dapat tercapai dalam jangka waktu pendek.