histats

Kemendikdasmen Paparkan Perbedaan Sekolah Terintegrasi dan Reguler

Kemendikdasmen Paparkan Perbedaan Sekolah Terintegrasi dan Reguler

Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) baru‑baru ini mengeluarkan panduan resmi yang menjelaskan perbedaan utama antara penyelenggaraan Sekolah Terintegrasi (ST) dan Sekolah Reguler (SR). Panduan tersebut ditujukan bagi kepala sekolah, operator, serta pihak terkait lainnya agar dapat mengimplementasikan kebijakan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia.

Berikut ini rangkuman poin‑poin penting yang diuraikan oleh Kemendikdasmen:

Aspek Sekolah Terintegrasi Sekolah Reguler
Kurikulum Menggabungkan kurikulum pendidikan dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) dalam satu paket terpadu, dengan penyesuaian lintas jenjang untuk memudahkan transisi. Kurikulum terpisah antara SD dan SMP, masing‑masing mengikuti standar yang telah ditetapkan untuk jenjangnya.
Manajemen Satu tim kepemimpinan mengelola seluruh jenjang, biasanya dipimpin oleh Kepala Sekolah Terintegrasi yang memiliki kompetensi lintas jenjang. Setiap jenjang memiliki kepala sekolah tersendiri dengan struktur manajerial terpisah.
Pendanaan Anggaran digabungkan sehingga dapat dialokasikan secara fleksibel antar jenjang, memungkinkan efisiensi penggunaan sumber daya. Anggaran ditetapkan secara terpisah untuk tiap jenjang, sehingga alokasi dana lebih terfragmentasi.
Kualifikasi Guru Guru diharuskan memiliki sertifikasi yang mencakup kompetensi untuk mengajar pada dua jenjang sekaligus atau mengikuti program peningkatan kompetensi khusus. Guru mengajar pada satu jenjang saja, dengan kualifikasi sesuai standar jenjang tersebut.
Penempatan Siswa Peserta didik dapat melanjutkan secara otomatis dari kelas dasar ke kelas menengah dalam satu lingkungan sekolah tanpa prosedur pindah sekolah. Siswa harus melakukan proses mutasi atau pendaftaran ulang saat berpindah dari SD ke SMP.
Sertifikasi & Akreditasi Akreditasi dilakukan secara terpadu untuk seluruh jenjang, menilai kualitas secara holistik. Akreditasi dilakukan terpisah untuk SD dan SMP, masing‑masing menilai standar yang berlaku.

Penerapan Sekolah Terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kontinuitas kurikulum, mengurangi beban administratif, serta memaksimalkan penggunaan fasilitas sekolah. Sementara itu, Sekolah Reguler tetap menjadi pilihan bagi wilayah yang belum siap mengintegrasikan dua jenjang pendidikan secara bersamaan.

Dengan panduan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pendidikan nasional, baik melalui model terintegrasi maupun reguler, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing‑masing daerah.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *