Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | PT Mekar Asta Nusantara (MANU) meluncurkan program intensif untuk mengembangkan agroforestri serta meningkatkan hilirisasi produk hutan di provinsi Jawa Timur. Program ini dijalankan melalui kemitraan strategis dengan kelompok tani hutan yang berada di Kabupaten Jember, salah satu wilayah dengan potensi hutan tropis yang luas.
Agroforestri yang dipromosikan mencakup penanaman pohon kayu bersama tanaman pangan atau perkebunan non‑kayu, sehingga dapat meningkatkan diversifikasi pendapatan petani sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Dengan model ini, petani tidak hanya memperoleh hasil kayu, tetapi juga produk hortikultura, rempah, atau buah yang dapat dijual secara langsung atau diproses lebih lanjut.
MANU berfokus pada tiga tahap utama: penanaman bibit unggul, pelatihan teknik pengelolaan berkelanjutan, dan pengembangan fasilitas hilirisasi seperti pabrik pengolahan kayu, pembuatan briket, serta produksi bahan baku industri makanan berbasis hasil hutan. Berikut adalah contoh produk yang diprioritaskan dan potensi nilai ekonominya:
| Produk | Kegunaan | Potensi Nilai (per ha) |
|---|---|---|
| Kayu Jati | Kayu konstruksi, furniture | Rp 150 juta |
| Buah Mangga Hutan | Segar, olahan selai | Rp 30 juta |
| Kayu Bakar | Energik | Rp 20 juta |
Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi tekanan illegal logging, serta menambah kontribusi sektor hutan terhadap PDB Jawa Timur. Selain itu, dengan memanfaatkan nilai tambah melalui proses hilirisasi, daerah Jember dapat menjadi pusat produksi barang hutan yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
MANU menargetkan bahwa dalam lima tahun ke depan, jumlah kelompok tani yang tergabung akan mencapai lebih dari 500 unit dengan total luas lahan agroforestri mencapai 10.000 hektar. Pencapaian ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan rata‑rata petani hingga 30 %, dan memperkuat ketahanan pangan serta energi daerah.