Setapak Langkah – 11 Agustus 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Timur menutup total kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak 9 Agustus 2024 untuk menekan penyebaran kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin meluas. Penutupan meliputi semua akses masuk, termasuk jalur pendakian, area parkir, serta fasilitas wisata di sekitar gunung Bromo.
Menhub (Menteri Kehutanan) menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, serta tim pemadam kebakaran. Upaya utama yang dijalankan meliputi:
- Operasi water bombing menggunakan helikopter dan pesawat pemadam untuk memadamkan titik api yang masih aktif.
- Patroli intensif di zona rawan dengan bantuan drone dan satelit untuk deteksi dini.
- Pemindahan penduduk dan wisatawan yang berada di area terdampak ke tempat yang aman.
- Penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang bahaya Karhutla dan langkah pencegahan.
- Pengawasan ketat terhadap kegiatan pembukaan lahan atau pertanian yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Seluruh tim penanggulangan beroperasi 24 jam dengan dukungan logistik berupa pompa air, tanker, dan bahan pemadam khusus. Koordinasi lintas sektor dipusatkan pada posko terpadu di Malang, sehingga keputusan dapat diambil secara cepat dan terukur.
Penutupan total juga berdampak pada sektor pariwisata. Pengunjung yang telah memesan paket wisata diharapkan menunggu hingga otoritas mengumumkan kondisi aman kembali. Pemerintah setempat menyediakan kompensasi berupa pengembalian dana atau penjadwalan ulang bagi agen perjalanan dan penyedia akomodasi.
Menhub menutup pernyataan dengan harapan bahwa penanganan Karhutla dapat berjalan optimal, sehingga ekosistem Bromo kembali pulih dan wisatawan dapat menikmati keindahan alam tanpa risiko.