Setapak Langkah – 11 Agustus 2026 | Polda Metro Jaya mengumumkan rencana ekshumasi jenazah Sutrimo yang ditemukan di Banyumas. Penyelidikan terkait penyebab kematiannya masih berlangsung, sehingga otoritas memutuskan untuk melakukan penggalian kembali tubuh korban guna mendapatkan bukti forensik yang lebih jelas.
Ekshumasi dijadwalkan akan dilaksanakan lusa, setelah proses persiapan lapangan selesai. Tim forensik dari Polri bersama ahli patologi akan mengangkat jenazah, mencatat kondisi tulang, jaringan, serta sampel yang dapat dianalisis di laboratorium kriminal.
Berikut rangkaian langkah yang akan diambil:
- Pengamanan lokasi ekskavasi oleh satuan khusus Polda Metro Jaya.
- Pembongkaran tanah secara hati-hati untuk menghindari kerusakan pada sisa-sisa jenazah.
- Pengambilan sampel jaringan, cairan tubuh, serta bahan lain yang diperlukan untuk analisis laboratorium.
- Dokumentasi foto dan video seluruh proses untuk keperluan penyidikan.
- Penyusunan laporan hasil ekshumasi yang akan diserahkan kepada penyidik utama kasus.
Pihak berwenang menegaskan bahwa ekshumasi ini bukan tindakan rutin, melainkan upaya khusus untuk mengungkap fakta yang belum terjelaskan. Hasil otopsi dan analisis laboratorium diharapkan dapat memberikan gambaran pasti mengenai faktor-faktor yang berkontribusi pada kematian Sutrimo, baik itu karena penyebab alami, kecelakaan, atau faktor kriminal.
Sementara itu, keluarga korban tetap dipantau oleh petugas sosial untuk memberikan dukungan emosional serta memastikan hak-hak mereka terpenuhi selama proses penyidikan berlangsung.