Setapak Langkah – 30 April 2026 | Menurut laporan jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang berada di Istanbul, pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang berusaha menembus blokade Israel di perairan Gaza pada Rabu, 29 April 2026, mengalami intervensi keras dari pasukan Israel. Kapal tersebut, yang berisi bantuan medis, makanan, dan aktivis pro‑Palestina, ditangkap dan dikelilingi oleh kapal perang Israel sebelum akhirnya dipaksa kembali ke laut internasional.
Insiden berawal ketika GSF melintasi zona larangan yang telah ditetapkan oleh Angkatan Laut Israel sejak 2007. Menurut saksi mata, pasukan Israel menembakkan lampu sorot dan sinyal peringatan, namun kapal tetap melanjutkan arah. Sebagai respons, unit pasukan khusus naik ke atas geladak menggunakan helikopter, dan beberapa aktivis yang berada di atas dek utama dipaksa turun dengan senjata di tangan.
Rangkaian Peristiwa
- 29 April 2026 – Global Sumud Flotilla memasuki zona blokade sekitar 30 mil laut dari pantai Gaza.
- Beberapa menit kemudian – Kapal Israel mengirim sinyal peringatan melalui radio dan lampu sorot.
- Setelah tidak ada perubahan arah – Kapal pasukan khusus Israel melakukan penyeberangan menggunakan helikopter.
- Aktivis terpilih, termasuk seorang wanita bernama Leila Hassan, dipaksa turun dengan pistol berwarna hitam di tangan mereka.
- Kapal GSF kemudian dipaksa kembali ke laut internasional dan diarahkan ke pelabuhan Yunani untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Para aktivis yang ditodong senjata menolak memberikan pernyataan secara langsung, namun mengklaim bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional tentang hak asasi manusia dan kebebasan bergerak. Sementara itu, perwakilan militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan langkah sah untuk mencegah pelanggaran blokade dan melindungi keamanan wilayahnya.
Pihak internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengutuk penggunaan senjata terhadap aktivis sipil dan menyerukan dialog terbuka antara Israel dan organisasi kemanusiaan. Namun, hingga kini belum ada klarifikasi resmi mengenai jumlah bantuan yang berhasil diselamatkan atau nasib para aktivis yang masih berada di bawah pengawasan otoritas Israel.