Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Setelah melakukan evaluasi operasional pada layanan LRT Jabodebek, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memutuskan untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan kereta pada jam pagi. Penyesuaian ini bertujuan menyeimbangkan kepadatan penumpang pada periode puncak sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien.
Evaluasi yang dilakukan mengungkapkan bahwa pada rentang waktu 06.00–09.00 terdapat konsentrasi penumpang yang sangat tinggi pada beberapa stasiun utama, khususnya di Jakarta Selatan, Bogor, dan Tangerang. Akibatnya, kereta sering penuh sebelum mencapai tujuan akhir, menyebabkan penumpang harus menunggu kereta berikutnya.
Berikut adalah perubahan utama yang diterapkan mulai minggu depan:
- Frekuensi kereta ditingkatkan dari 6 menjadi 8 kali per jam pada jam 06.00–09.00.
- Penambahan satu rangkaian kereta tambahan pada jalur utama Jakarta‑Bogor dan Jakarta‑Tangerang.
- Penyesuaian waktu keberangkatan sehingga interval antar kereta berkurang dari 10 menit menjadi 7,5 menit.
- Penempatan petugas tambahan di stasiun-sisi kritis untuk mengarahkan alur penumpang.
Dengan penyesuaian tersebut, KAI memperkirakan distribusi penumpang akan menjadi lebih merata, mengurangi kepadatan hingga 20% pada jam-jam sibuk. Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mempercepat waktu tempuh rata-rata sebanyak 5%.
Manajer Operasional LRT Jabodebek, Budi Santoso, menyatakan, “Kami mendengarkan masukan penumpang dan data real‑time dari sistem tiket. Penyesuaian jadwal ini adalah langkah responsif untuk mengoptimalkan kapasitas dan mengurangi tekanan pada jaringan transportasi publik pada jam pagi.”
Penerapan penyesuaian jadwal akan dipantau secara berkala melalui sistem monitoring penumpang. Jika diperlukan, KAI siap melakukan penyesuaian lanjutan guna menjaga keseimbangan antara permintaan dan kapasitas layanan.