Setapak Langkah – 12 Agustus 2026 | Pembakaran lahan dan kebakaran hutan yang melanda wilayah Kalimantan Barat pada pekan ini menyebabkan indeks kualitas udara (AQI) di kota Pontianak menembus level berbahaya. Angka PM2,5 tercatat melebihi 300 µg/m³, menandakan kondisi kabut asap yang sangat buruk dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Pontianak mengumumkan keputusan untuk menunda semua kegiatan belajar mengajar tatap muka mulai tanggal 12 September 2024 hingga kondisi udara membaik. Seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA, kini beralih ke sistem pembelajaran daring.
Berikut langkah‑langkah yang diambil oleh Dinas Pendidikan Kota Pontianak untuk memastikan kelancaran proses belajar jarak jauh:
- Menyediakan platform pembelajaran daring resmi yang dapat diakses melalui perangkat komputer atau smartphone.
- Menetapkan jadwal pelajaran yang menyesuaikan dengan zona waktu lokal serta memperhatikan beban kerja siswa dan guru.
- Memberikan pelatihan singkat bagi guru dalam penggunaan tools digital seperti video conference, kuis online, dan sistem manajemen belajar.
- Menyebarluaskan panduan kesehatan bagi siswa dan orang tua, termasuk anjuran untuk tetap berada di dalam ruangan, menggunakan masker, dan memantau gejala pernapasan.
- Menyiapkan mekanisme evaluasi dan monitoring kehadiran secara daring untuk menghindari kesenjangan pembelajaran.
Keputusan ini mendapat sambutan positif dari sebagian orang tua yang khawatir akan dampak kesehatan anak-anak mereka. Namun, ada pula kekhawatiran terkait kesiapan infrastruktur teknologi di daerah pedesaan, di mana akses internet masih terbatas.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menyiapkan bantuan subsidi kuota data internet bagi keluarga kurang mampu serta menggalang kerjasama dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk meningkatkan jaringan di wilayah terdampak.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengingatkan warga untuk memperbanyak konsumsi cairan, menghindari aktivitas berat di luar ruangan, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala sesak napas atau iritasi mata.
Dengan beralih ke pembelajaran daring, diharapkan proses pendidikan tidak terhenti meski kondisi lingkungan masih menantang. Pemerintah kota berjanji akan memantau kualitas udara secara real‑time dan siap mengaktifkan kembali kelas tatap muka bila AQI kembali berada pada level aman.