Setapak Langkah – 18 April 2026 | Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Indonesia, mengungkapkan kecurigaan terhadap penyebaran video ceramah yang diambil di Maluku-Poso. Video tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial tak lama setelah Kalla melaporkan Rismon Sianipar ke kepolisian karena dugaan pelanggaran hukum.
Kalla menilai bahwa viralitas video tersebut bukan kebetulan, melainkan upaya mengalihkan perhatian publik dari laporan yang diajukan. Ia menambahkan bahwa fenomena semacam ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menimbulkan kebisingan dan mengurangi fokus pada proses hukum yang sedang berjalan.
Selain menyoroti video tersebut, Kalla juga menanggapi beredar rumor mengenai ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, spekulasi tersebut berpotensi memecah belah masyarakat dan menimbulkan keretakan sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan serta mengedepankan fakta yang dapat diverifikasi.
- Video ceramah berisi pidato keagamaan yang diambil di sebuah masjid di Kabupaten Maluku-Poso.
- Penayangan video meningkat secara signifikan setelah laporan Kalla terhadap Rismon Sianipar.
- Rismon Sianipar sebelumnya terlibat dalam sejumlah kontroversi politik di Sumatera Utara.
- Kalla menilai penyebaran video sebagai bentuk pengalihan isu yang disengaja.
- Ia mengingatkan publik untuk tidak terprovokasi oleh rumor yang tidak berdasar, termasuk isu ijazah Jokowi.
Para pengamat politik menilai bahwa dinamika ini mencerminkan pola umum dalam politik Indonesia, di mana isu-isu sensitif sering kali diputarbalikkan untuk melayani agenda tertentu. Mereka menekankan perlunya media yang independen dan publik yang kritis dalam menyaring informasi yang beredar.