Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mengumumkan perluasan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rangka memperkuat sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan oleh sektor nikel nasional. Kesepakatan ini ditandatangani dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) yang mencakup program pelatihan, penelitian bersama, serta penempatan magang bagi mahasiswa dan profesional.
Kerjasama ini dilatarbelakangi oleh percepatan pengembangan industri nikel Indonesia, terutama dalam rangka mendukung produksi baterai kendaraan listrik (EV) yang semakin meningkat. IWIP menargetkan agar kawasan industri Weda Bay menjadi pusat produksi nikel terintegrasi, sementara ITB berperan menyediakan kurikulum yang selaras dengan standar industri global.
Berikut ini poin utama yang tercakup dalam MoU:
- Pengembangan kurikulum teknik pertambangan dan proses metalurgi nikel yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional IWIP.
- Penyediaan laboratorium bersama untuk riset material dan teknologi proses nikel.
- Program magang selama enam bulan bagi mahasiswa ITB di fasilitas IWIP.
- Beasiswa bagi 200 mahasiswa terbaik yang berfokus pada bidang kimia, metalurgi, dan teknik lingkungan.
Jangka waktu kerja sama awal ditetapkan selama lima tahun, dengan evaluasi tahunan untuk menyesuaikan program sesuai perkembangan industri. Target pertama adalah mencetak 500 tenaga kerja terlatih pada akhir tahun 2027.
| Komponen Program | Target | Waktu Implementasi |
|---|---|---|
| Kurikulum Terpadu | 5 modul utama | 2024-2025 |
| Laboratorium Riset | 2 fasilitas | 2024-2026 |
| Magang & Penempatan | 200 peserta per tahun | 2024 onward |
| Beasiswa | 200 mahasiswa | 2024 onward |
Direktur Utama IWIP, Budi Santoso, menyatakan, “Kolaborasi dengan ITB merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa tenaga kerja yang kami butuhkan memiliki kompetensi tinggi dan siap bersaing di pasar internasional.” Sementara Rektor ITB, Prof. Dr. Rina Hartati, menambahkan, “Kami berkomitmen menyediakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan kami dapat langsung memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi nasional.”
Dengan sinergi antara dunia akademik dan industri, diharapkan Indonesia dapat memperkuat posisi sebagai produsen nikel utama sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui produk-produk bernilai tinggi.