Setapak Langkah – 07 Agustus 2026 | Boni Hargens menilai bahwa wacana pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pada masa kini dapat menimbulkan dampak politik yang berpotensi merugikan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, stabilitas kepemimpinan di institusi kepolisian sangat penting untuk mendukung agenda pemerintahan yang sedang dijalankan.
Beberapa poin yang diangkat oleh Hargens meliputi:
- Gangguan Koordinasi: Perubahan pimpinan kepolisian dapat mengganggu alur koordinasi antara lembaga keamanan dan kantor kepresidenan.
- Ketidakpastian Kebijakan: Pergantian Kapolri berpotensi menunda atau mengubah kebijakan keamanan yang sedang diimplementasikan.
- Pengaruh Politik Internal: Proses penggantian dapat dimanfaatkan oleh kelompok politik tertentu untuk menambah tekanan pada presiden.
Hargens menekankan bahwa meski ada alasan yang sah untuk melakukan rotasi kepemimpinan, proses tersebut harus dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan efek negatif pada citra dan kelancaran pemerintahan Presiden Prabowo.
Pengamat politik lain juga menyoroti bahwa dinamika internal kepolisian dapat memengaruhi persepsi publik terhadap keamanan nasional, yang pada gilirannya dapat memengaruhi dukungan politik terhadap presiden.