Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | Dalam upaya menguatkan mental di tengah gejolak politik, istri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengundang anggota keluarga untuk melaksanakan malam doa bersama pada akhir pekan lalu. Acara yang dilaksanakan secara tertutup di rumah pribadi tersebut bertujuan memberikan dukungan moral dan spiritual bagi keluarga yang sedang menghadapi situasi penuh ketidakpastian.
Ketidakpastian tersebut berawal dari munculnya kasus dugaan korupsi yang melibatkan penggunaan laptop resmi pemerintah. Isu tersebut menimbulkan spekulasi publik serta menambah beban emosional bagi keluarga Makarim, yang sekaligus menjadi sorotan media nasional. Menyadari tekanan psikologis yang timbul, istri Nadiem memutuskan mengorganisir sesi doa sebagai sarana menenangkan hati dan meneguhkan tekad.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang ustadz. Seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak, turut serta menyampaikan harapan dan permohonan agar kasus tersebut dapat terselesaikan secara adil dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi institusi negara.
Beberapa poin penting yang disampaikan selama sesi doa antara lain:
- Permohonan agar proses hukum berjalan transparan dan tidak mempengaruhi kebijakan pendidikan.
- Harapan agar keluarga tetap kuat dan bersatu dalam menghadapi tekanan publik.
- Doa agar semua pihak yang terlibat dapat menemukan jalan keluar yang bijaksana.
Setelah doa selesai, para peserta menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan dan menegaskan pentingnya solidaritas keluarga dalam menghadapi tantangan. Mereka menekankan bahwa moral yang tinggi akan menjadi landasan utama untuk melewati masa-masa sulit, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat luas bahwa nilai-nilai keagamaan dapat menjadi penopang utama dalam dinamika politik dan sosial.
Melalui inisiatif ini, istri Nadiem Makarim tidak hanya memperlihatkan peran aktif dalam mendukung suami, tetapi juga menegaskan peran keluarga sebagai unit terkecil yang dapat memberikan kekuatan moral di tengah gejolak nasional.