Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Tehran, Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, baru-baru ini menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak dapat memberikan penjelasan memadai atas kegagalan berulang mereka ketika berhadapan dengan Iran.
- Kegagalan operasi pengintaian udara yang berujung pada hilangnya pesawat tanpa konsekuensi signifikan bagi pertahanan Iran.
- Serangan siber yang tidak mampu menembus sistem pertahanan siber nasional Iran.
- Upaya diplomatik yang tidak menghasilkan tekanan ekonomi yang cukup untuk memaksa perubahan kebijakan Tehran.
Hassanzadeh menambahkan bahwa setiap upaya tersebut “hanya memperkuat tekad rakyat Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan menolak intervensi luar”. Ia menegaskan bahwa IRGC siap menanggapi setiap ancaman dengan kekuatan yang memadai.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional, khususnya terkait program nuklir Iran dan kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk Persia. Pemerintah AS dan Israel belum memberikan tanggapan resmi, namun analis internasional memperkirakan bahwa retorika semacam ini dapat memperdalam jurang persepsi antara kedua belah pihak.
Secara geopolitik, klaim tersebut mencerminkan upaya Iran untuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi keamanan, sekaligus menegaskan bahwa serangkaian kegagalan yang dialami Barat dapat menjadi faktor penyeimbang dalam dinamika kekuatan regional.