Setapak Langkah – 17 April 2026 | Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa semua jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz tetap terbuka selama masa gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Keputusan ini diambil bersamaan dengan berlakunya gencatan yang diharapkan dapat meredam ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pengumuman tersebut mendapat sorotan internasional karena Selat Hormuz adalah salah satu titik strategis paling penting bagi perdagangan minyak dunia. Menurut data terbaru, lebih dari satu setengah juta barel minyak per hari melintasi selat ini, menjadikannya jalur krusial bagi ekonomi global.
- Gencatan senjata mulai berlaku pada tanggal yang belum diumumkan secara resmi, namun diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu.
- Iran menegaskan komitmen untuk tidak mengganggu navigasi kapal komersial selama periode tersebut.
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Iran atas langkah yang dinilai membantu stabilitas pasar energi.
Reaksi dari negara-negara lain beragam. Beberapa pihak, termasuk Uni Eropa, menyambut positif kebijakan Iran sebagai upaya menurunkan risiko kenaikan harga minyak. Sementara itu, Israel tetap waspada, mengingat hubungan yang tegang dengan Iran dan kelompok milisi yang beroperasi di Lebanon.
Para analis menilai bahwa keterbukaan Selat Hormuz selama gencatan senjata dapat menurunkan volatilitas harga minyak di pasar internasional. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa ketegangan geopolitik yang mendasar masih belum terpecahkan, sehingga potensi gangguan di masa depan tetap ada.
Secara keseluruhan, langkah Iran membuka kembali Selat Hormuz mencerminkan upaya diplomatik untuk meredakan konflik regional sekaligus menjaga arus perdagangan global tetap lancar.