Setapak Langkah – 16 April 2026 | Militer Iran baru-baru ini mengumumkan ancaman untuk menutup akses kapal dagang yang melintasi Laut Merah, Teluk, serta Laut Oman sebagai respons terhadap aksi blokade yang dilakukan Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Blokade AS, yang diberlakukan pada … Iran menegaskan bahwa tindakan tersebut akan mempengaruhi rute perdagangan utama yang menghubungkan Timur Tengah dengan pasar Asia dan Eropa. Sebagai balasannya, Iran berjanji akan menutup jalur-jalur laut tersebut, yang meliputi:
- Laut Merah, jalur utama pengiriman minyak Saudi ke Eropa.
- Teluk Persia, zona strategis bagi ekspor minyak negara‑negara Teluk.
- Laut Oman, pintu gerbang antara Samudra Hindia dan perairan internasional.
Pernyataan ini disampaikan oleh jenderal … dalam konferensi pers, menambahkan bahwa Iran siap menggunakan “kekuatan militer” bila blokade terus berlanjut. Ia juga menekankan bahwa tindakan Iran tidak ditujukan untuk mengganggu perdagangan dunia, melainkan sebagai langkah defensif untuk melindungi kedaulatan nasional.
Pengamat geopolitik menilai bahwa eskalasi ini dapat menimbulkan gangguan signifikan pada aliran minyak global, mengingat lebih dari 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Dampak potensial meliputi kenaikan harga minyak, penundaan pengiriman barang, serta peningkatan risiko insiden maritim.
Sejumlah negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, menyerukan dialog untuk menurunkan ketegangan. Sementara itu, PBB mengingatkan semua pihak untuk mematuhi Konvensi Hukum Laut internasional dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut.
Jika ancaman Iran direalisasikan, perusahaan pelayaran diperkirakan akan mencari rute alternatif yang lebih panjang, seperti mengelilingi Afrika Selatan, yang dapat menambah biaya operasional dan waktu tempuh secara signifikan.