Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Kekhawatiran akan eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa kedua negara, bersama sekutunya Israel, sedang menyiapkan opsi militer baru terhadap Tehran. Salah satu skenario yang dibicarakan adalah “Operasi Epic Fury 2.0“, sebuah rencana serangan yang menargetkan Pulau Kharg, titik strategis utama dalam jaringan ekspor minyak Iran.
Pulau Kharg terletak di Teluk Persia dan menjadi pusat pengolahan serta pengiriman minyak mentah ke pasar internasional. Jika operasi militer berhasil, gangguan pada fasilitas di pulau ini dapat memotong aliran minyak Iran secara signifikan, sekaligus menambah tekanan ekonomi pada rezim Tehran.
Berikut rangkaian langkah yang diperkirakan menjadi bagian dari rencana tersebut:
- Penempatan pesawat pertempuran dan kapal induk: Armada Amerika Serikat diperkirakan akan dikerahkan ke perairan Teluk Persia untuk memberikan dukungan udara dan laut.
- Serangan presisi pada instalasi minyak: Penggunaan misil jelajah dan drone berkemampuan tinggi untuk menargetkan fasilitas penyimpanan dan pemrosesan di Pulau Kharg.
- Penyebaran pasukan khusus: Tim elite dari US Navy SEALs atau unit khusus lainnya kemungkinan akan dikerahkan untuk mengamankan titik-titik kunci, menghancurkan infrastruktur penting, dan mengumpulkan intelijen.
- Operasi siber simultan: Upaya mengganggu sistem kontrol industri Iran melalui serangan siber yang menargetkan jaringan komunikasi dan kontrol proses produksi minyak.
Selain serangan langsung, skenario ini juga mencakup langkah diplomatik yang lebih luas, seperti memperkuat aliansi dengan negara‑negara Teluk dan meningkatkan tekanan ekonomi melalui sanksi tambahan. Pemerintah Washington diperkirakan akan mengoordinasikan respons dengan Tel Aviv untuk memastikan tindakan militer tidak berujung pada konflik yang lebih luas.
Para analis menilai bahwa operasi semacam ini akan menimbulkan konsekuensi serius, baik bagi keamanan regional maupun pasar energi global. Penurunan pasokan minyak Iran dapat memicu lonjakan harga minyak dunia, sekaligus menimbulkan ketegangan di antara negara‑negara yang bergantung pada jalur transportasi energi di Teluk Persia.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat maupun pemerintah Iran mengenai rencana tersebut. Namun, intensitas perbincangan di dalam lingkaran pertahanan dan intelijen menandakan bahwa opsi “Epic Fury 2.0” kini menjadi salah satu skenario terpenting yang dipertimbangkan dalam dinamika geopolitik antara kedua negara.