Setapak Langkah – 18 Juli 2026 | Pemerintah Indonesia resmi menandatangani dokumen pendirian World Artificial Intelligence Cooperation (WAIC), sebuah forum kolaborasi kecerdasan buatan (AI) tingkat global yang diinisiasi oleh Republik Rakyat Tiongkok. Penandatanganan yang berlangsung pada… menandai keanggotaan Indonesia dalam jaringan yang menghubungkan lebih dari 30 negara anggota.
WAIC bertujuan mempercepat pengembangan teknologi AI melalui pertukaran pengetahuan, standar keamanan, serta kolaborasi riset lintas negara. Dengan bergabung, Indonesia diharapkan dapat mengakses sumber daya teknis, pelatihan, dan peluang investasi yang ditawarkan oleh mitra internasional, sekaligus berkontribusi pada perumusan kebijakan AI yang bertanggung jawab.
Keputusan ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memajukan ekosistem digital nasional, sebagaimana tercermin dalam Rencana Induk AI 2020‑2045. Bergabungnya Indonesia ke dalam WAIC diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset domestik, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan membuka jalur kerjasama industri antara perusahaan lokal dan pemain global.
Namun, keanggotaan dalam organisasi yang dipimpin China juga menimbulkan pertanyaan terkait kedaulatan data dan standar etika AI. Pemerintah menegaskan akan menjaga keamanan data nasional serta memastikan bahwa partisipasi Indonesia tetap bersifat sukarela dan sejalan dengan regulasi domestik.
Para pakar menilai bahwa kehadiran Indonesia dalam WAIC dapat mempercepat adopsi teknologi AI di sektor‑sektor strategis seperti pertanian, kesehatan, dan transportasi. Pada tahap awal, fokus kerjasama akan diarahkan pada program pertukaran ilmuwan, beasiswa pelatihan AI, serta proyek percontohan yang melibatkan lembaga penelitian dan perusahaan teknologi.