Setapak Langkah – 09 Agustus 2026 | Sat Reskrim Polres Jayawijaya bersama satuan tugas kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 terus menggali fakta terkait penembakan yang terjadi di pintu masuk Fasilitas Bantu Logistik Bantuan (FBLB) pada hari Senin lalu, yang menewaskan dua warga sipil.
Tim forensik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh selama enam jam. Pemeriksaan menemukan sejumlah peluru kaliber 5,56 mm, bekas jejak tembak pada dinding, serta jejak kaki yang mengarah ke area hutan sekitar lokasi. Analisis balistik mengindikasikan bahwa dua peluru yang menewaskan korban berasal dari senapan serbu jenis yang biasa dipakai kelompok bersenjata terorganisir.
Berdasarkan hasil temuan tersebut, penyidik mencurigai keterlibatan dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sebelumnya terdaftar dalam basis data kepolisian. Identitas mereka masih dirahasiakan, namun polisi telah melakukan penelusuran jejak digital, rekaman CCTV dari pos pengamanan, serta menginterogasi saksi mata untuk memperkuat hipotesis tersebut.
Langkah-langkah yang diambil oleh aparat meliputi:
- Pencarian dan penangkapan tersangka di wilayah pegunungan Jayawijaya.
- Koordinasi dengan TNI AD untuk pengamanan area sekitar FBLB.
- Pengumpulan bukti tambahan, termasuk sidik jari dan DNA dari barang bukti.
- Penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya melaporkan aktivitas mencurigakan.
Kepala Polres Jayawijaya, Kombes Polisi Andi Prasetyo, menegaskan komitmen tim dalam menuntaskan kasus ini dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ia juga mengingatkan warga agar tetap tenang dan mendukung proses penyelidikan dengan memberikan informasi yang relevan.
Kasus ini menambah keprihatinan atas meningkatnya aksi kekerasan di daerah pegunungan, sekaligus menyoroti pentingnya sinergi antar lembaga keamanan dalam menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat.