Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi signifikan pada pekan lalu, menurunkan harga referensi Brent dan WTI hingga beberapa dolar per barel. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran permintaan global yang melambat serta peningkatan pasokan dari produsen utama.
Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Indonesia, Suherman Purbaya, menyatakan bahwa penurunan harga minyak dunia dapat berimbas pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, khususnya Pertamax. Ia menambahkan bahwa pemerintah tengah memantau pergerakan pasar secara intensif dan kemungkinan akan menurunkan tarif Pertamax dalam waktu dekat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi harga Pertamax
- Koreksi harga minyak dunia: Penurunan harga Brent dan WTI mengurangi biaya impor minyak mentah Indonesia.
- Kebijakan subsidi dan cukai: Pemerintah dapat menyesuaikan tarif subsidi serta pungutan cukai untuk menstabilkan harga jual eceran.
- Kondisi pasar domestik: Permintaan BBM dalam negeri yang dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Jika harga Pertamax turun, konsumen akan merasakan penurunan biaya pengisian kendaraan, yang berpotensi meningkatkan daya beli dan mengurangi beban operasional transportasi. Di sisi lain, penurunan tarif dapat memengaruhi pendapatan negara dari sektor energi, sehingga pemerintah harus menyeimbangkan antara kepentingan fiskal dan kesejahteraan konsumen.
Purbaya menegaskan bahwa keputusan akhir akan didasarkan pada analisis komprehensif terhadap data pasar dan kebijakan fiskal. Ia juga menambahkan bahwa proses penyesuaian harga BBM biasanya memerlukan waktu beberapa minggu hingga satu bulan setelah keputusan diambil.